Empat Orang Itu
Yang pertama namanya Jingga. Dia baik.
Yang kedua namanya Eliz. Dia baik.
Yang ketiga namanya Nurul. Dia baik.
Yang keempat namanya Nafis. Dia baik.
Yang kelima namanya Nia. Itu aku. (by the way)
Aku mencantumkan predikat baik pada mereka semua. Karena aku percaya semua manusia pasti punya sisi baik. Seorang pembunuh pun pasti pernah berbuat baik di masa hidupnya. Tak peduli kau membenci atau dibenci seseorang, sadarlah bahwa ia pernah memberikan sesuatu yang baik padamu meski sedikit. Kadang aku juga tak pernah menyadarinya.
Bagiku, mencari seorang sahabat yang baik itu sangatlah sulit. Aku benar-benar ketat menyaring seorang teman dekat untuk dianggap sahabat bagiku. Pengalaman dari masa-masa sekolahku mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas, kutargetkan untuk mendapat seorang sahabat dalam tiap tahunnya. Dan bahagianya, aku bisa dapat lebih! Namun, tentu semua itu kusaring lagi perlahan-lahan. Dan pada hasil akhirnya, semua mengacu pada targetku. Hanya satu orang sahabat tiap satu tahun. Yang benar-benar bisa tulus mengerti aku yang kata orang cuek, aneh, dan susah ditebak ini.
Tetapi takdir berkata lain. Semua berubah. Semua target dan hasil akhirku menunjukkan total yang berbeda. Apa penyaringanku yang bocor? Di kelas dua belas ini, betapa beruntungnya diriku untuk mendapatkan empat orang sahabat sekaligus dalam rentang waktu kurang lebih dua tahun. Untuk Grandskie, Momskie,Childskie, dan, Loudskie, mungkin aku terlalu percaya diri untuk menyimpulkan bahwa kalian semua adalah sahabatku. Atau perhitunganku yang salah? Ataukah aku telah menyalahi pemikiran targetku? Entahlah… entahlah… menyalahi ataupun tidak, aku senang mempunyai sahabat layaknya kalian. Jika di dekat kalian aku merasa beban-bebanku terasa ringan. Terima kasih telah mengisi hari-hariku dengan semua yang telah kalian beri kepadaku yang tak cukup jika kutuliskan di sini. Oh ya! Aku juga dapat yang lain. Ada adik kelasku di Language Class dan mbull-mbull di Bilingual Class. Love you!
[kamar, 14 Januari 2010]